2.28.2011

Makalah Evaluasi Pengajaran

BAB I
PENDAHULUAN

1.1LATAR BELAKANG
Dua prinsip dasar permasalahan dalam penilaian adalah menentukan apakah sebuah tes telah mengukur apa yang hendak diukur dan apakah sebuah tes telah tepat digunakan untuk membuat suatu keputusan tentang pengambilan tes. Mungkin saja para pengembang tes berpendapat bahwa tes matematika misalnya dapat memperkirakan kemampuan seseorang dalam fisika. Seorang guru dapat berpendapat bahwa kemampuan seseorang dalam membaca misalnya akan berpengaruh terhadap semua nilai kenaikan kelas. Tentu saja, pendapat tersebut harus dibuktikan dengan data-data yang mendukung. Sebagai contoh apabila skor fisika berkolerasi positif dengan skor matematika, atau skor kemampuan membaca berkolerasi dengan semua skor hasil kenaikan kelas, maka sangat masuk akal untuk membuat kesimpulan bahwa tes matematika atau tes kemampuan membaca merupakan predikator yang valid yang dapat digunakan untuk memprediksi kemampuan seseorang.
Diskusi tentang penilaian berbasis kelas senantiasa berkaitan dengan validitas dan reliabilitas. Reliabilitas berkaitan dengan sejauh mana tes yang diberikan ajeg dari waktu ke waktu. Artinya, reliabilitas berkaitan dengan keajegan suatu tes. Suatu tes dikatakan ajeg “apabila” dari waktu ke waktu menghasilkan skor yang sama atau relatif sama.
1.2BATASAN MASALAH
Baik dan buruknya suatu tes atau suatu alat evaluasi dapat ditinjau dari beberapa segi yaitu validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda. Tapi di sini kami membatasi pembahasan ini hanya pada pembahasan validitas dan reliabilitas.

1.3RUMUSAN MASALAH
Bertolak dari latar belakang diatas maka dianggap perlu untuk merumuskan dan memaparkan masalah guna mengarahkan penyusunan ini pada sistematikanya. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut:
1.Apa definisi dari Validitas?
2.Apa definisi dari Reliabilitas?
3.Sebutkan macam-macam Validitas!
4.Sebutkan macam-macam Reliabilitas!

1.4TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah supaya mahasiswa mengerti tentang:
1.Definisi Validitas
2.Definisi Reliabilitas
3.Macam-macam Validitas
4.Macam-macam Reliabilitas


BAB II
PEMBAHASAN
2. 1VALIDITAS
Suatu alat pengukur dapat dikatakan alat pengukur yang valid apabila alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Misalnya barometer adalah suatu alat yang valid untuk mengukur tekanan udara. Tapi alat ini tidak valid untuk mengukur suhu. Demikian pula dalam alat-alat evaluasi. Suatu tes hasil belajar dapat dikatakan tes yang valid apabila ts tersebut betul-betul dapat mengukur hasil belajar. Jadi bukan sekedar mengukur daya ingatan atau kemampuan bahasa saja.
2.1.1Pengertian
Validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas sebuah tes selalu dibedakan menjadi dua macam yaitu validitas logis dan validitas empiris. Validitas logis sama dengan analisis kualitatif terhadap sebuah soal.
Nunnaly (1972) menyatakan bahwa pengertian validitas senantiasa dikaitkan dengan penelitian empiris dan pembuktian-pembuktiannya bergantung kepada macam validitas yang digunakan. Validitas tes perlu dilakukan untuk mengetahui kualitas tes dalam kaitannya mengukur hal yang seharusnya diukur. Menurut Anastasis (1988) validitas adalah suatu tingkan yang menyatakan bahwa suatu alat ukur telah sesuai dengan apa yang diukur. Sedangkan Gronlund (1985) mengatakan bahwa validitas berkaitan dengan hasil suatu alat ukur, menunjukkan tingkatan, dan bersifat khusus sesuai dengan tujuan pengukuran yang akan dilakukan. Para pengembang tes memiliki tanggung jawab dalam mambuat tes yang benar-benar reliabel dan valid. Oleh karena itu validitas dapat digunakan dalam memeriksa secara langsung seberapa jauh suatu alat telah berfungsi.

2.1.2Macam-macam Validitas
Validitas suatu tes dapat ditinjau dari beberapa segi, seperti yang akan diuraikan di bawah ini.
Validitas ramalan (Predictive validity)
Validitas ramalan artinya ketepatan (kejituan) daripada suatu alat pengukur ditinjau dari kemampuan tes tesebut untuk meramalkan prestasi yang dicapainya kemudian. Misalnya suatu tes hasil belajar dapat dikatakan mempunyai validitas ramalan yang tinggi, apabila hasil yang dicapai oleh siswa dalam tes tersebut betul-betul dapat meramalkan sukses tidaknya siswa tersebut dalam pelajaran-pelajaran yang akan datang. Cara yang digunakan untuk menilai tinggi rendahnya validitas ramalan ini ialah dengan jalan mencari kolerasi antara nilai-nilai yang dicapainya kemudian.
Apabila koefisien korelasi yang diperoleh cukup tinggi, maka berarti validitas ramalan tes tersebut cukup tinggi. Sebaliknya pula apabila koefisien kolerasi yang diperoleh rendah, maka berarti pula validitas tes tersebut rendah.
Validitas bandingan (Concurent validity)
Validitas bandingan artinya kejituan daripada suatu tes dilihat dari kolerasinya terhadap kecakapan yang telah dimiliki saat kini secara riil. Perbedaan antara validitas ramalan dengan validitas bandingan ialah dilihat dari segi waktunya.
Cara yang digunakan untuk menilai validitas bandingan ialah dengan jalan mengkolerasikan hasil-hasil yang dicapai dalam tes tersebut dengan hasil-hasil yang dicapai dalam tes tersebut dengan hasil-hasil yang dicapai dalam tes yang sejenis yang telah diketahui mempunyai validitas yang tinggi (misalnya tes standar). Tinggi rendahnya koefisien kolerasi yang diperoleh menunjukkan tinggi rendahnya validitas tes yang akan kita nilai kualitasnya.
Validitas isi (Content validity)
Validitas isi artinya kejituan daripada suatu tes ditinjau dari isi tes tersebut. Untuk menilai apakah suatu tes memiliki validitas isi atau tidak dapat kita lakukan dengan jalan membandingkan materi tes tersebut dengan analisis rasional yang kita lakukan terhadap bahan-bahan yang seharusnya digunakan dalam menyusun tes tersebut.
Validitas susunan(Construct validity)
Validitas susunan artinya kejituan daripada suatu tes ditinjau dari susunan tes tersebut.

2.2RELIABILITAS
Pengukuran dalam sains maupun pengukuran dalam ilmu sosial seperti dalam penilaian kelas tidak pernah ajeg. Ketika kita melakukan pengukuran, baik untuk sains maupun untuk ilmu sosial lebih dari satu kali, pasti ada sedikit perbedaan. Semisal ketika seseorang mengukur tinggi beberapa kali pada hari yang sama akan dihasilkan angka yang berbeda.
2.2.1Pengertian
Pengukuran merupakan proses untuk memperoleh skor per-orangan sehingga attribute yang diukur benar-benar menggambarkan kemampuan mereka. Reliabilitas adalah hal yang sangat penting dalam menentukan apakah tes telah menyajikan pengukuran yang baik.
2.2.2Macam-macam Reliabilitas
Suatu tes dapat dikatakan tes yang reliabel apabila tes tersebut menunjukan hasil-hasil yang mantap. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencari taraf reabilitas daripada suatu tes.
Teknik Ulangan
Mencari rebilitas suatu tes dengan teknik ulangan ialah dengan jalan memberikan tes tersebut kepada sekelompok siswa dalam dua kesempatan yang berlainan.
Teknik bentuk pararel
Dalam teknik ini digunakan dua buah tes yang sejenis (tetapi tidak identik), mengenai isinya; proses mental yang diukur, tingkat kesukaran, jumlah item dan aspek-aspek yang lain.
Keuntungan teknik pararel:
Item-item yang digunakan tidak sama, sehingga pengaruh latihan dapat dihindarkan.
Tidak adanya tenggang waktu maka perbedaan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tes boleh dikatakan tidak ada. Misalnya faktor situasi tes, administrasi, pengawasan dan sebagainya.
Tehnik belah dua
Dalam tehnik ini, tes yang telah diberikan kepada sekelompok subjek dibelah menjadi 2 (dua) bagian. Ada dua prosedur yang dapat digunakan untuk membelah dua suatu tes, yaitu:
Prosedur ganjil genap artinya seluruh item yang bernomor ganjil dikumpulkan menjadi satu kelompok, dan seluruh item yang bernomor genap menjadi kelompok yang lain.
Prosedur secara random, misalnya dengan jalan lotre, atu dengan jalan menggunakan tabel bilangan random.
Koefisien korelasi yang diperoleh dari kedua belahan itu menunjukkan reliabilitas dari sebagian tes.
Untuk mencari reliabilitas seluruh tes digunakan rumus Spearman Brown sebagai berikut:


Keterangan:
rn = Koefisien korelasi seluruh tes
N = Perbandingan antara panjang tes seluruhnya dengan panjang tes yang dikolerasikan
r12 = Koefisien kolerasi antara sebagian tes dengan bagian tes lainnya

Contoh:
Suatu tes terdiri dari 50 item. Secara random diambil 25 item sebagai belahan pertama dan 25 item sebagai belahan kedua. Skor yang dicapai oleh pengikut tes pada kedua belahan tersebut dikolerasikan. Koefisien kolerasi yang diperoleh antara kedua belahan tersebut adalah 0,627. Maka koefisien kolerasi seluruh tes dapat dicari sebagai berikut.
rn = N.r12
1 + (N-1) r12
50
25
=
1 + ( - 1 ) x 0,627


=


=


= 0,771




BAB III
PENUTUP

3.1Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan penjelasan pada bab-bab terdahulu, dapatlah ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Pengertian dari Validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur.
Macam-macam Validitas:
Validitas ramalan (Predictive validity)
Validitas bandingan (Concurent validity)
Validitas isi (Content validity)
Validitas susunan(Construct validity)
Pengertian dari Reliabilitas adalah hal yang sangat penting dalam menentukan apakah tes telah menyajikan pengukuran yang baik.
Macam-macam Reliabilitas:
Teknik Ulangan
Teknik bentuk pararel
Tehnik belah dua

3.2Saran
Dari penyusunan makalah ini kami berharap dapat bermanfaat dan bagi lingkungan akademis ini, khususnya lembaga STKIP PGRI Jombang dan khalayak atau instansi yang terkait pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Nurkancana, Wayan & Sunartana, PPN. 1990. Evaluasi Hasil Belajar. Surabaya: Usaha Nasional.
Surapranata, Sumarna. 2004. Analisis, Validitas, Reliabilitas dan Interpretasi Hasil Tes Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: PT. Remaja.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India